sajak ini, kubaca dan terlantun di pesisir colliq pujie, desa pancana Kabupaten Barru, untuk mereka yang cinta dan damai pada lautnya.
Terumbu Karang
gemuruh ombak bertabir kecapi
menerjang selasela karang yang merapuh
aku terancam menyusurinya
di sita bahkan di siasati,
wahai lautan nan membentang
salam ku dibibir pantai
esok petang ia datang
membawa risau
memenjarakan mulut ini..dan
membaringkan tanganku dengan rupiah,
lihatlah-lihatlah
ia datang
membayar wajahwajah laut yang
tunduk oleh tuatuan karang
Kab. Barru, 2 Mei 2008


1 komentar:
K'Uceng...
Posting Komentar