28 Maret 2008

SENANDUNG KAWAN

kawan, sayapsayap kalbu itu menghantarku
disebuah perut bumi pertiwi
wajahmu serasa lama tak jumpa
hingga sang uban bercerita
tentang butiran cintacinta malam ditanjung bayam
lalu kuterbangun aroma ketiak asin
hingga tawa murung berpose di senja pagi
ya senja pagi itu…
dan kita teringat pada puntung rokok
berganti sesekali terisap dibibir, kawan

kawan, bayang perempuan sisir pantai itu
memanjakan kita pada mata telanjang
sosoknya berani dikabut malam
sambil bersiul dibibir pantai
lalu menatap mata kita
seakan terpantul cahaya birunya laut

kawan, secangkir kopi bibi
tak cukup manis
tanpa pantulan aroma lipstik bibirnya
kataku..

kawan, terompet tahun baru
bergema kencang, sisi hitam putih petang
akan datang lagi
langkah hari ke bulan
akan berkhutbah dikepala kita
dari mata kaki
tertuju pada ubunubun
dan diselasela kita lunglai
ada percikan api yang sulit terpadamkan
ada kepalsuan yang terengah sendiri

kawan, mari kita ke taman
beli jajanan buat kenangan

esok petang, tak ada rintihan tua semata
dari pelarian senandung kawan
....cilandak 2007

Tidak ada komentar: